Jumat, 07 Februari 2014

KARYA TULIS ILMIAH (PUISI)


BAB I PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG MASALAH
            Puisi dari dulu hingga sekarang selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, utuk memahami dan mengerti puisi diperlukan uraian tentang jenis-jenis puisi indonesia dibagi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru (modern).
            Karya sastra terdiri atas dua jenis, yaitu prosa (karangan bebas) dan puisi. Puisi selalu berkembang dari dahulu hingga sekarang. Oleh karena itu, pengertian puisi pun dari waktu kewaktu  selalu berubah meskipun hakikatnya tetap sama. Perubahan pengertian itu disebabkan puisi seslalu berkembang karena perubahan konsep keindahan dan evaluasi selera. ( Riffaterre, 1978, hlm 1).
            Puisi disebut karangan terikat. Akan tetapi pada waktu sekarang, para penyair berusaha melepaskan iri dari aturan yang ketat itu sehingga terciptalah sajak bebas.
            Puisi baru (modern) menyimpangi pengertian puisi menurut pandangan lama. Puisi baru tidak terikat oleh bentuk-bentuk formal, korespodensi, dan periodesitas. Oleh karena itu puisi baru disebut puisi bebas atau sajak bebas. Mempelajari bentuk-bentuk lama kita dapat ketinggian budi. Pertajaman imajinasi masyarakat lama dengan dekatnya dengan alam,menjadikan alam sebagai alat komunikasi dengan tujuan mendidik.
            Melalui bentuk-bentuk puisi lama, dan penyajian gagasanya, memperlihatkan keaslian, kehalusan puisi masyarakat lama yang dapat dicontoh oleh masyarakat sekarang ini.

1.2 TUJUAN
            Tujuan dari penulisan karya ilmiah mengenai ”PUISI” ini merupakan memenuhi tugas akhir semester 2 kelas XII, juga untuk mengetahui atau mengenal puisi lama dan puisi baru (modern).

1.3 RUANG LINGKUP
            Pada karya tulis ilmiah yang berisi tentang jenis-jenis puisi indonesia dalam periodesasi kesusastraan indonesia ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut :
1.      Penertian puisi lama dan puisi baru (Modren)
2.      Macam-macam puisi lama
3.      Macam-macam puisi baru (Modern)

1.4 PENGERTIAN PUISI
Berikut ini pengertian puisi menurut beberapa para ahli :
1.      Alternbernd, puisi adalah pendrama pengalaman yang bersifat penafsiran dalam bahasa berirama.
2.      Samuel Taylor Coleridge, puisi adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah
3.      Duaton, puisi merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistic dalam bahasa emosional serta berirama
            Jadi, puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan berirama.

1.5  PEMBAHASAN  
1.  Jenis-jenis Puisi Indonesia Lama (Melayu)
            Puisi Indonesia lama disebut juga puisi melayu klasik. Sesuai dengan masyarakat lama, puisi Melayu Klasik ini mengespresikan pikiran, gagasan, perasaan orang pada zamanya, dan adat istiadat pada zaman dahulu (bandingkan Alisjahbana, 1963, hlm. 5).
            Puisi lama sangat terikat pada aturan-aturan yang ketat, yang mutlak. Dalam arti, aturan-aturan itu tidak boleh di ubah atau tidak boleh dilangar. Seperti halnya, bentuk syair dan pantun, pola sajak akhir syair harus a – a – a – a dan pantun harus berpola sajak akhir a – b –  a – b .
Ada  ber macam-macam jenis puisi lama sebagai berikut:
1.      Mantra
Mantra merupakan salah satu jenis puisi lama yang paling tua. Awalnya, keberadaan mantra dalam masyarakat melayu bukanlah difungsikan sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih kepada adat dan kepercayaan setempat .
Contoh mantra sebagai beikut:

            Mantra Mengkap Buaya
Hai si jambu Rakyat, sambut pekiriman,
Puteri Ruduk di gunung ledang,
Ambangcang masak sebiji bulat,
Penyikat tujuh penyakit,
Pengarang tujuh pengarang,
Diorak dikumbang jangan,
Lulur lalu ditelan,
Kalu tidak kau sambut,
Dua hari, jangan ketiga,
Mati tersadai pangkalan tambang,
Kalu kau sambut,
Ke darat kau dapat makan,
Ke laut kau dapat minum,
Aku tahu asal kau jadi,
Tulang buku tebu asal kau jadi,
Darahkau gula, dadakau upih,
Gigikau tunjang berembang,
Ridapkau cucuran atap.
            (Alisjahbana)
Ciri-ciri mantra:
Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
Bersifat lisan, sakti atau magis
Adanya perulangan
Metafora merupakan unsur penting
Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

2.      Gurindam
Gurindam merupakan puisi lama yang sebenarnya bukan berasal dari negri sendiri, melinkan dari negri india yang dibawa pasukan tamil yang dahulu pernah singgah dan menetap di salah satu kepulauan nusantara.
Contoh gurindam sebagai berikut :

Jika kamu bersifat budiman,
Dipandang sebagai unga ditaman.

Jika kamu bersifat dermawan,
Segala orang dapat kau tawan.

Jika kamu bersifat  murah,
Segala manusia datang menyerah.
                        (Alisjahbana, 1996, hlm. 85)
Ciri-ciri gurindam
Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

3.      Syair
Syair meupkan salah satu karya sastra yang bukan berasal dari tanah nusantara asli. Syair merupakan sebuah karya sastra yang awalnya dibawa oleh bangsa Arab ke nusantara saat era perkembangan agama islam.
Contoh syair sebagai berikut:

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
Ciri-ciri syair
Terdiri dari 4 baris
Berirama aaaa
Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair

4.      Pantun
Pantun merupakan sebuh puisi asli anah melayu yang sudah membudaya dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Contoh pantun sebagai berikut:

Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
Ciri – cirri pantun :
 Setiap bait terdiri 4 baris
 Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
 Baris 3 dan 4 merupakan isi
 Bersajak a – b – a – b
 Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
 Berasal dari Melayu (Indonesia)

5.      Seloka
Seloka merupakan karya sastra bentuk sebuah pantun berbait yang tidak akan cukup diungkapkan dengan satu bai saja, krena pantun berbait ini merupakan jalinan atas beberapa bait.
Contoh seloka sebagai berikut:
Baik budi emak si randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diturunkan
Anak pulang kelaparan
Anak di pangku diletakkan
Kera ihutan disusui

Ciri-ciri seloka
Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

6. Karmina.
Karmina merupakan sebuah karya sastra berupa pantun yang sangat kilat. Artinya hanya terdiri atas satu bait atau dua baris.
 Contoh karmina ssebagai berikut:

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
 Ciri-ciri karmina:
Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
Bersajak aa-aa, aa-bb
Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
Semua baris diawali huruf capital.
Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.

1.      Talibun
Talibun adalah karya sastra yang bentuk sebuah pantun yang jumlah barisnya lebih dari empat, namun harus memiliki hitungin yang genap. Misalnya enam baris, delapan baris dan seterusnya.
Jika jumlah barisnya terdiri atas enam baris, maka tiga baris pertama harus beruapa sampiran dan tiga baris berikutnya berupa isi.
Contoh talibun sebagai berikut:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Ciri-ciri talibun :
   Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
   Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
   Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
   Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
   Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d




2.      Jenis-Jenis Puisi Indonesia Baru (Modren)

            Puisi Indonesia Baru disebut juga puisi Indonesia modern. Sesuai dengan masyarakat baru, puisi indonesia modern mengedepankan pikiran,gagasa, perasaan orang pada masa kini.
            Puisi indonesia baru tidak dapat dipisahkan dari puisi lama sama sekali karena masih ada hubungan kesejajaran. Sastra yang baru merupakan tanggapan sastra lama. Begitu juga puisi Indonesia baru merupakan tanggapan terhadap unsur-unsur puisi lama. Unsur-unsur lama yang disimpangi dapat berupa muatannya (isinya) atau bentuk formal pengungkapanya.
            Dalam puisi baru aturan-aturan itu dapat diperlonggar walaupun masih ada pola sajak akhir. Begitu juga, pembaitannya pisi baru menjadi lebih longgar. Dalam puisi lama tidak ada bait sajak yang gasal, dalam puisi baru ada sajak 3 baris, 5 baris, 7 baris, atau 9 baris.
            Puisi Indonesia baru (Modren) berkembang sejak tahun 1920 hingga sekarang. Sesuai dengan perkembangan kesusastraan dan zaman, bentuk dan muatan puisi Indonesia baru selalu berkembang. Dengan demikian, jenis-jenis puisi Indonesia baru menjadi beragam-ragam.



Macam-macam dari puisi baru ( Modren ) sebagai berikut:
1.      Distikon
Distikon merupakan sajak yang terdiri dari dua baris dalam setiap kalimat dalam setiap baitnya.
Contoh distikon sebagai berikut:

            Kucari  Jawab
Di mata air, di dasar kolan,
Kucari jawab teka-teki alam.

Dikawan awam kain ke mari,
Di situ juga jawabnya ku cari.

…………………………..

Ke dalam hati, jiwa sendiri
Kuselam jawab! Tidak tercari…

Ya, Allah yang maha dalam,
Berikan jawab teka-teki alam,

………………………………
Hatiku haus ‘kan kebenaran,
Berikan jawab di hatiku sekarang……
                        (Ttegkang, 1974, halaman 29)

2.      Terzina
Terzina atau sajak tiga seuntai, artinya setiap baitnya terdiri dari tiga buah kalimat.
Contoh terzina sebagai berikut:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane


3.      Kuatrin
Kuatrin adalah sajak empat seuntai, artinya setiap baitnya terdiri dari empat buah kalimat.
Contoh kuatrin sebagai berikut:

Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane

4.      Kuint
Kuint adalah sajak yang terdiri dari lima baris kalimat dalam setiap barisnya.
Contoh kuint sebagai berikut:
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)

5.      Sektet
Sektet adalah sajak atau puisi yang terdiri dari enam buat kalimat dalam setiap baitnya.
Contoh sektet sebagai berikut:

Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

6.      Septina
Septina adalah sajak yang setiap baitnya terdiri dari tujuh buah kalimat.
Contoh septina sebagai berikut:
Duduk dipantai tanah yang permai
Tempai gelombang pecah berderai
Berbuih putih dipasir berderai
Tampak pilau dilautan hijau
Gnung gemunung bagus rupanya
Ditampah air mulia tempatnya
Tumpah darahku indonesia namanya
 
7.      Stanza (Oktav)
Stanza adalah sajak delapan seuntai, yaitu setiap baitnya terdiri dari delapan buah kalimat.
Contoh stanza sebagai berikut:

Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)

8.      Soneta
Soneta adalah sajak paling terkenal yang beradaptasi dari puisi-puisi Italia, soneta terdiri dari atas empat belas baris.
Contoh soneta sebagai berikut:



            Dalam Gelombang

Alun bergulung naik meninggi,
Turun melembah jauh ke bawah,
Lidah ombak menyerak biuh,
Surut kembali di air gemuruh,

Kami mengalun di samud’ra-Mu,
Bersorak tinggi membukit,
Sedih mengadu jatuh kebawah,
Silih berganti tiada henti,

Di dalam suka di dalam duka,
Waktu bahagia waktu merana,
Masa tertawa masa kecewa,

Kami berbuai dalam nafasmu,
Tiada kuasa tiada berdaya,
Turun naik dalam rama-Mu.
            (Alisjahbana, 1984, hlm. 4)

1.6 HASIL
            Karya sastra terdiri atas 2 jenis, yaitu prosa dan puisi. Biasanya prosa disebut karangan bebas, sedangkan puisi disebut karangan terikat. Akan tetapi,pada waktu sekarang, para penyair berusaha melepaskan diri dari aturan yang ketat itu hingga terciptalah sajak bebas.
            Macam-macamjenis puisi lama, Pantun adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris dalam setiap bait, dua baris pertama merupakan sampiran dan dua baris berikutnya merupakan isi. Syair merupakan sajak epis yang bercerita makaterdiri dari rangkaian bait yang membentuk cerita. Syair terdiri empat baris dalam satu bait dan bersajak akhir a-a-a-a. Mantra, Gurindam, Seloka, karmina dan talibun.
            Puisi baru (Modren) merupakan bebas tidak terikat oleh aturan-aturan.bentuk-bentuk. Puisi baru memiliki juga memiliki macam-macam bentuk puisi yaitu Distikon, Terzina, Kuatrin, Kuint, Sektet, Septina, Stanza (Oktav), Soneta.




BAB II PENUTUP

2.1 KESIMPULAN

            Sebagai penutup karya ilmiah ini dapat kita simpulkan bahwa menurut zamannya jenis-jenis puisi Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru (Modren).
Puisi lama merupakan puisi yang terikat oleh berbagai aturan, seperti jumlah kata dalam satu barisnya, jumlah baris dalam satu baitnya, persajakan/rima, danbanyaknya suatu kata dalam tiap baris. Puisi baru (Modren) yakni tidak terlalu mementigkan aturan-aturan.
            Puisi lama memiliki bermacam-macam jenis yaitu mantra, gurindam, syair, pantun dan seloka. Sedangkan puisi baru (Modren) bentuk-bentuknya yaitu distikon, terzina, kuatrin, kuint, sektet, septina, stanza (Oktav) , sonata, dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui jenis-jenis puisi yang ada di Indonesia.

2.2 SARAN

            Saran saya sebagai penerus bangsa terutama bagi calon pendidik jurusan bahasa indonesia, harus mengembangkan bakatnya dalam pengetahuan belajar serta menciptakan berbagai puisi untuk bukti kita telah menguasai jurusan yang kita pilih dan berkarya sebanyak-banyaknya untuk contoh bagi peserta kita di kemudian hari.

2.3 SUMBER


Kata Bijak Nenek Moyang

 


 posting hari ini buat pemirsa semua semoga bermanfaat. langsung saja, selamat membaca ->>

1. Kebijakan dan kebajikaan adalah perisai terbaik.
2. Hanya kebodohan meremehkan pendidikan.
3. Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah
4. Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua.
5. Hanya kebodohan meremehkan pendidikan.
6. Menunggu kesuksesan adalah tindakan sia-sia yang bodoh.
7. Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang.
8. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan.
9. Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda.
10. Harapan Kosong itu lebih menyakitkan daripada kenyataan yang pahit sekalipun.
11. Kesopanan adalah pengalaman yang baik bagi keburukan lainnya.
12. Pengetahuan adalah kekuatan.
13. Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah.
14. Segala yang indah belum tentu bai, tetapi segala yang baik sudah tentu indah.
15. Punggung pisaupun bila diasah akan menjadi tajam.
16. Tiada hari tanpa belajar.
17. Pengalaman adalah guru terbaik.
18. Jadikanlah ilmu berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
19. Jadikanlah kekecewaan masa lalu menjadi senjata sukses dimasa depan.
20. Jadilah orang bijak yang dapat mengambil keputusan yang baik.

Thank for open the blog.

Kamis, 16 Januari 2014

Tips Menghadapi Ujian Nasional






"LULUS"  Adalah tujuan dan harapan semua murid, tetapi tanpa usaha hal itu hanya menjadi impian saja. kita harus berusaha dengan sungguh2 agar impian itu terwujudkan.

Inilah beberapa tips sederhana menghadapi Ujian Nasional :

1. Rutin belajar
2. Jaga kesehatan
3. Kurangi porsi bermain
4. Kurangi nonton tv
5. Tinggalkan hp saat belajar
6. Perbanyak latihan soal
7. Belajar dengan teman lebih baik dr pd belajar sendiri


Mengingat ujian tinggal beberapa bulan lagi usahakan ketika belajar di kelas belajar kelompok atau belajar di tempat les kita harus benar2 fokus, boleh kadang bercanda hanya sekedar untuk melepas penat dan biarlah otak kita beristirahat sejenak.

Keduanya rajin-rajinlah latihan mengerjakan soal atau ikut tryout, hal ini bisa melatih mental kita dan kita bisa tahu siapa siapa saja saingan kita, hal ini berguna banget buat menyiapkan diri waktu ujian baerlangsung, tapi jangan menyontek. kalau menyontek waktu tryout atau melihat ujian sama saja bohong buat apa ikut tryout cape2 bayarnya juga mahal pula, kerjakan sendiri saja apapun hasilnya ini untuk mengukur kemampuan kita sendiri. semoga sukses!!!


Smoga impian kita dapat tercapai. amiin  :)





Kamis, 21 November 2013

KONSEP KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA


1.    SEJARAH PENEMUAN UNSUR RADIOAKTIF DAN PENEMUNYA
 Sejarah penemuan zat radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya. Pada tahun 1896, Henri Becquerel, fisikawan Perancis berusaha mendapatkan sinar X dari suatu batuan yang mengandung garam uranium. Secara tidak sengaja, batuan tersebut dibungkus dengan kertas hitam dan diletakkan di atas plat film itu, ia sangat terkejut karena bagian film pada tempat garam uranium diletakkan menjadi gelap. Dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa penyebab gelapnya bagian plat foto adalah radiasi berdaya tembus kuat, bahkan lebih kuat dari sinar X, yang dipancarkan secara spontan oleh garam uranium tanpa harus disinari terlebih dahulu. Radiasi spontan garam uranium terjadi karena mengandung unsur uranium yang bersifat radioaktif. Peristiwa radiasi spontan ini kemudian disebutkeradioaktifan, sedangkan zat yang yang bersifat radioaktif disebut dengan zat radioaktif. Pada tahun 1898, Marie Sklodowska Curie dan oleh suaminya, Pierre Curie menemukan unsur radiaktof lainnya dari mineral pitchblende yaitu polonium dan radium. Nama unsur polonium diambil dari nama negara asal Marie Sklodowska Curie, yaitu Polandia, sedangkan nama unsur radium diambil dari bahasa Yunani “radiare” yang artinya bersinar. Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar radioaktif yang bermuatan positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-inti helium. Sinar radioaktif yang bermuatan negatif diberi nama sinar beta, dan tersusun dari elektron-elektron. Sementara itu, Paul Ulrich Villard menemukan jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gama yang tidak bermuatan. Sinar gama adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar X.

Perkembangan Keradioaktifan
Pada tahun 1895 W.C. Rontgen melakukan percobaan dengan sinar katode. Ia menemukan bahwa tabung sinar katoda menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus besar yang dapat menghitamkan film foto. Selanjutnya sinar itu diberi nama sinar X. Sinar X tidak mengandung elektron, tetapi merupakan gelombang elektromagnetik. Sinar X tidak dibelokkan oleh bidang magnet, serta memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada panjang gelombang cahaya. Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut, maka Henry Becquerel pada tahun 1896 bermaksud menyelidik sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan gejala keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa garam-garam uranium dapat merusak film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam. Menurut Becquerel, hal ini karena garam-garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan radio aktivitas spontan.
Marie Curie merasa tertarik dengan temuan Becquerel, selanjutnya dengan bantuan suaminya Piere Curie berhasil memisahkan sejumlah kecil unsur baru dari beberapa ton bijih uranium. Unsur tersebut diberi nama radium. Pasangan Currie melanjutkan penelitiannya dan menemukan bahwa unsur baru yang ditemukannya tersebut telah terurai menjadi unsur-unsur lain dengan melepaskan energi yang kuat yang disebut radioaktif.
Ilmuwan Inggris, Ernest Rutherford menjelaskan bahwa inti atom yang tidak stabil (radionuklida) mengalami peluruhan radioaktif. Partikel-partikel kecil dengan kecepatan tinggi dan sinar-sinar menyebar dari inti atom ke segala arah. Para ahli kimia memisahkan sinar-sinar tersebut ke dalam aliran yang berbeda dengan menggunakan medan magnet. Dan ternyata ditemukan tiga tipe radiasi nuklir yang berbeda yaitu sinar alfa, beta, dan gamma. Semua radionuklida secara alami memancarkan salah satu atau lebih dari ketiga jenis radiasi tersebut.

2. Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat:
1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,
dan γ.

3. Macam-macam sinar radioaktif

1. Sinar Alfa (α)
Radiasi ini terdiri dari seberkas sinar partikel alfa. Radiasi alfa terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan positif dengan muatan +2 dan massa atomnya 4. Partikel ini dianggap sebagai inti helium karena mirip dengan inti atom helium. Sewaktu menembus zat,sinar α menghasilkan sejumlah besar ion. Oleh karena bermuatan positif partikel α dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik. Partikel alfa memiliki daya tembus yang rendah. Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 –10 persen kecepatan cahaya.
2. Sinar Beta (β)
Berkas sinar β terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan partikel β identik dengan elektron. Sinar beta mempunyai daya tembus yang lebih besar tetapi daya pengionnya lebih kecil dibandingkan sinar α . Berkas ini dapat menembus kertas aluminium setebal 2 hingga 3 mm. Partikel beta juga dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet , tetapi arahnya berlawanan dari partikel alfa. Selain itu partikel β mengalami pembelokan yang lebih besar dibandingkan partikel dalam medan listrik maupun dalam medan magnet. Hal itu terjadi karena partikel β mempunyai massa yang jauh lebih ringan dibandingkan partikel α
3. Sinar Gamma
Beberapa proses peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel α atau β menyebabkan inti berada dalam keadaan energetik, sehingga inti selanjutnya kehilangan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik yaitu sinar gamma. Sinar gamma mempunyai daya tembus besar dan berkas sinar ini tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet. Sinar gamma mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek.

Sabtu, 02 November 2013

Pasal-pasal yang mengatur tentang wewenang dan tugas presiden sebagai kepala pemerintah




Pasal 5
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.1)
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya.


Pasal 6
(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah menghianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. 3)
(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang.3)


Pasal 6A
(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. 3)
(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.3)
(3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah rovinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. 3)
(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. 4)
(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam undang-undang. 3)


Pasal 7

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan. 1)

Pasal 7A

Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden. 3)

Pasal 7B
(1) Usul pemberhentian Presiden dan/ atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. 3)
(2) Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat. 3)
(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat. 3)
(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi. 3)
(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. 3)
(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. 3)
(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat. 3)


Pasal 7C

Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat. 3) 




bagi-bagi tugas pkn ku, : ) moga bermanfaat ,